Semakin ke Timur Semakin Mahal


Kini, tampak jelas sistem pendidikan Indonesia yang gencar-gencaranya pembenahan pendidikan. Berbagai program pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatakan mutu peserta didik. Dimulai dari Sekolah dasar yang dikenal dana Bantuan Dana Oprasional bahkan sebagian perguruan tinggi menerapkan Perguruan Tinggi Nasional Berbahan Hukum (PTNBH). Semua itu merupakan sistem keuangan pendidikan. Berbagai bantuan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi, jika kita melihat kondisi pendidikan bagian timur Indonesia, dapat dikatakan miris bantuan keungan, miris tenaga pendidik dan miris infrastruktur. Seperti halnya, tanah papua, Maluku, dan sebagian wilayah Sulawesi. Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam mengembangkan kesejateraan masyarakat. Dalam hal ini, untuk mengembangkan perekonomiaan kehidupan suatu bangsa dibutuhkan pendidikan yang konseptual. Konseptual artinya sistem pendidikan harus memperhatikan kondisi wilayah teritorialnya dan kebijakan pemerintah pusat dalam pendidikan merata di NKRI. Sumber Daya Manusia di Indonesia dapat dikatakan tinggi dan bermutu, bukan hanya di Jawa dan Sumatra saja.

Apa bukti Sumber Daya Manusia Papua tidak bodoh? Beberapa bocah papua yang dianggap paling bodoh dibawa ke Jakarta ternyata bisa menguasai materi pelajaran kelas 1-6 SD hanya dalam masa enam bulan pelatihan, terlebih mampu menjuarai Olimpiade Sains dan Matematika Asia. Salah satu dari mereka bahkan pernah tinggal kelas selama empat tahun saat duduk dibangku kelas dua SD, namun mampu menjuarai Kompetisi Matematika dan Robot Nasional. Sosok di balik hal luarini tak lain ialah Sosok Prof. Yohanes Surya, ph,D sangat dikenal ditanah air di dunia olimpiade fisika bahkan Internasional. Kejadian tersebut meruapakn bukti bahwa generasi muda di papua sendiri tidak kalah dengan Sumber daya Manusia di luar papua baik nasional maupun internasional. Oleh karena dari kisah diatas, perlu konsep baru pendidikan yang sesuai wilayah Indonesia paling timur ini, yakni Papua.

Contoh di Kampung Rasiei Papua Barat, hanya pada tingkatan Sekolah dasar saja untuk kalangan orang tua, sedangkan untuk kalangan anak-anak dan remaja sudah sampai pada tingkat pendidikan SMA dan PERTI. Di Kampung Rasiei memiliki 1 sekolah PAUD KASIH Kampung Rasiei yang sementara waktu menggunakan gereja sebagai sekolah mereka, pembangunan untuk sekolah PAUD tersebut belum ditanggapi oleh pemerintah, tenaga pengajar PAUD sebanyak 4 orang.
(Jauri, 2016).


Oleh karena itu, ide solusi masalah pendidikan mahal dibagian timur Indonesia ialah tenaga pendidik yang professional dengan gaji yang memadai, dana pendidikan bagian timur lebih banyak dibandingkan sekolah yang berada metropolitan dan sistem pendidikan yang konseptual dengan budaya daerah teritorialnya. Melestarikan budaya Indonesia perlu ada identitas diri, yakni perkenalan melalui properti seperti baju. Oleh karena itu, kaus/baju menjadi media informasi budaya secara tidak langsung, baju mata Indonesia yang saya pakai nantinya dapat menyebarkan informasi kepada yang melihatnya.

Karya Tulis dari Dhirga Erlangga

Tema Pendidikan di Indonesia

Editor Tim Mata Indonesia


Leave a comment