Membangun Akhlak Bangsa melalui Pesantren


Pesantren merupakan suatu pendidikan yang paling tua di Indonesia. Pesantren sebuah tempat untuk menimba atau mendalami suatu ilmu tentang agama Islam. Sejak dahulu para wali songo menjadikan pesantren sebagai media untuk berdakwah menyebarluaskan ajaran-ajaran agama Islam di Indonesia. Dalam pendidikan pesantren siswa dikenal dengan sebutan santri yang diwajibkan untuk menginap di asrama yang sudah disediakan untuk beristirahat, belajar, serta masjid untuk beribadah. Para santri tinggal dan belajar bersama dalam bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai atau habib.


Kegiatan rutin yang ada di pesantren ialah shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur’an bersama. Di Pesantren tidak hanya asal membaca Al-Quran saja, tetap diajarkan juga mengenai hukum-hukum tajwid agar kita dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Karena Al-quran merupakan suatu mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Selain itu, keistimewaan orang yang rutin membaca al-Qur’an ia akan mendapat syafaat di hari kiamat. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari, dan mengamalkannya)” (HR. Muslim). Begitu istimewanya Al-Qur’an yang akan menolong kita di akhirat kelak, maka merugilah orang-orang yang tidak membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai kitab suci umat islam.

Ciri khas pendidikan yang menonjol dari pesantren yaitu mengkaji kitab kuning. Nama kitab kuning sendiri hanya sebutan saja karena kertas kitabnya berwarna kuning. Isi dari kitab kuning bermacam-macam salah satunya ialah tentang ilmu fiqih, ilmu aqidah, tasawuf, nahwu, sorof sampai cerita atau hikayat. Kitab-kitab tersebut dibuat oleh ulama-ulama terdahulu.

Untuk meneladani Nabi Muhammad SAW yang sejak usia 12 tahun sudah mengikuti pamannya yang bernama Abdul Muthalib untuk berdagang. Pesantren juga mengajarkan ilmu kewirausahaan, sebagai tanggung jawab pesantren untuk membekali para santri terjun ke masyarakat supaya para santri mempunyai skill untuk usaha sendiri dan tidak merepotkan orang lain. Mereka di didik serta mempraktekkan langsung untuk menciptakan suatu usaha. Salah satunya membuat kerajinan tangan dari tanah liat, bercocok tanam, membuat mie ayam, bakso ikan, macam-macam kerupuk, dan masih banyak yang lainnya. Mereka menciptakan suatu usaha dengan ide-ide mereka sendiri, sebab di pesantren mereka mendapatkan ilmu tentang cara pengelolaan suatu bahan,  dan bagaimana cara memasarkan agar konsumen tertarik untuk membeli usaha yang kita miliki. Dengan menciptkan usaha akan membantu pertumbuhan perekonomian Negara Indonesia dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Selain mendapatkan ilmu-ilmu agama Islam yang cukup banyak, manfaat yang didapat dari pesantren. Misalnya di pesantren mempunyai aturan dan larangan yang ketat. Lalu setiap pagi santri harus disiplin bangun tepat waktu untuk shalat subuh di masjid. Setelah itu santri harus mandir merapihkan tempat tidurnya, mencuci dan menyetrika pakaiaannya sendiri karena mereka harus tinggal berjauhan dari orang tua. Memang di pesantren lebih menekankan pada ilmu agamanya tetapi keseharian di pesantren secara tersirat mempunyai hikmah tersendiri untuk bekal kehidupan kita, mulai dari melatih kesabaran, kemandirian, kedisiplinan sampai bagaimana cara bersosialisasi yang baik kepada masyarakat sekitar.

Saya percaya dan layak mendapatkan hadiah dari Faber Castell dan Kaus keren Mata Indoneisa karena pendidikan di pesantren mampu mencetak generasi penerus bangsa yang mempunyai mental dan berakhlak baik bagi Indonesia.

 

 

Karya tulis dari Fitroh Nurikhsan

Tema Pendidikan di Indonesia

Editor: Tim Mata Indonesia


Leave a comment