Beasiswa Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah


Pendidikan adalah sarana pembelajaran untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai moral demi mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Melihat pendidikan di Indonesia, angka buta huruf, terutama daerah terisolasi masih tinggi, seperti daerah pedalaman dan daerah perbatasan, sehingga akan berdampak pada rendahnya kualitas SDM. Berdasarkan data Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud (2015), hingga akhir 2014 angka buta aksara nasional hanya tersisa 3,76 % atau sekitar 6.007.486 orang. Pada tahun 2014, pemerintah telah mengentaskan sebanyak 157.920 penyandang tuna aksara.

Alasan kurangnya perhatian bagi daerah isolasi dari segi pendidikan, antara lain kurangnya akses jalan darat yang memadai, tidak tersedianya saluran komunikasi melalui telepon seluler maupun kabel, belum terjangkau aliran listrik, kondisi geografis di daerah perbatasan yang menyulitkan anak untuk mendapatkan akses pendidikan, padahal jumlah sumber daya alam (SDA) di Indonesi melimpah. Sehingga kondisi yang terjadi adalah perbandingan terbalik antara SDM dan SDA di daerah terisolasi.

Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, satu di antaranya melalui penerapan beasiswa dari peraturan desa (perdes). Beasiswa merupakan penghargaan atau bantuan keuangan kepada individu demi keberlangsungan pendidikan. Perdes adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh kepala desa bersama badan permusyawaratan desa. Perdes merupakan penjabaran peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan menyelaraskan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

Sasaran program ini adalah putra putri asli daerah perbatasan dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi untuk memajukan pendidikan di daerahnya. Sistem yang diterapkan dapat berupa tes untuk mengetahui potensi yang mereka miliki. Beasiswa perbatasan digunakan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan bagi putra dan putri daerah perbatasan yang berprestasi akan tetapi berkekurangan. Selain menggunakan alokasi dana dari pemerintah pusat, mekanisme pembiayaan dapat menggunakan pendapatan asli daerah, yaitu pajak daerah, kekayaan daerah, retribusi daerah seperti SDA, MIGAS, dan non MIGAS (kehutanan, pertambangan, perikanan)

Keuntungan dari program beasiswa perbatasan mencakup :


1. Pemerataan pendidikan di daerah pelosok yang tidak terjangkau oleh pemerintah pusat.
2. Sistem pendaftar dilakukan di daerah setempat, sehingga tidak mempersulit dalam mengurus beasiswa.
3. Tidak memerlukan biaya pendaftaran karena ditanggung oleh pemerintah daerah yang bersangkutan.
4. Mereka yang telah menyelesaikan masa pendidikan dapat ditarik kembali untuk mengabdi pada daerahnya.
5. Memperbaiki kualitas dan kesejahteraan SDM daerah tertinggal.

Solusi beasiswa dari perdes dapat diterapkan bagi putra dan putri daerah perbatasan yang memiliki potensi dan tekad untuk berkembang menjadi lebih baik melalui proses menempuh pendidikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, yaitu kembali ke daerah asal untuk memajukan sistem pendidikan di daerah perbatasan apabila telah lulus. Hasilnya, SDM di daerah perbatasan dapat dapat meningkat, sehingga dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat.

Alasan saya layak mendapatkan hadiah spesial dari Faber Castell dan kaus keren Mata Indonesia adalah saya seorang mahasiswi yang selalu berkutat dengan alat tulis ataupun laptop demi menyelesaikan  tugas kuliah maupun organisasi di dalam kampus dan luar kampus. Sebuah organisasi memegang prinsip untuk melakukan hal yang bermanfaat. Sehingga apabila saya mendapatkan hadiah, saya akan mengenang produk tersebut sebagai salah satu unsur keberhasilan saya untuk membangun program- program bermanfaat bagi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2015/09/peringatan-hai- 2015-angka- buta-
aksara-nasional- tinggal-376- persen-4607- 4607-4607

 

Karya tulis dari Lydia Yuniarsih

Tema Pendidikan di Indonesia

Editor: Tim Mata Indonesia


Leave a comment