Karya Tulis 1 " Kebudayaan Tari Indonesia" RSS



Mengenal Kembali Kebudayaan Tari Indang

          Kebudayaan merupakan sesuatu yang hidup, diakui, dan dipatuhi dalam masyarakat. Kebudayaan bisa bersifat tersirat ataupun tersurat. Menurut etimologi, kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi dan akal). Dengan kata lain, kita bisa mengartikan bahwa kebudayaan merupakan hasil dari pemikiran masyarakat. Oleh karena itu, kebudayaan mencakup banyak hal berupa pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, dan adat istiadat (Edward B. Taylor).           Karena kebudayaan merupakan sesuatu yang diakui oleh masyarakat, maka kebudayaan diwariskan kepada generasi berikutnya, baik secara formal ataupun informal. Anggota masyarakat yang lebih muda mempelajari beberapa kebudayaan di sekolah. Hal inilah yang saya alami ketika duduk di taman kanak-kanak. Sudah merupakan hal yang lumrah...

Continue reading



Tari Cangget dalam Hubungannya dengan Gawi Adat Lampung

          Suku Lampung terdiri dari dua bagian adat, yaitu Lampung Pepadun yang berasal dari punggung Bukit Barisan dan Lampung Saibatin yang mendiami pesisir pantai Lampung. Lampung Pepadun lah yang menelurkan tarian Cangget ini sebagai sarana hiburan dan pengenalan jati diri mereka.           Sebelum tahun 1942 (sebelum kedatangan Jepang), tari Cangget selalu ditampilkan pada acara-acara penting, seperti membangun rumah, panen, dan mengantar orang haji. Pada waktu itu, tari Cangget dimainkan oleh para pemuda dan pemudi sebagai sarana pengenalan diri satu sama lain. Tari ini juga digunakan para orangtua untuk melihat ketangkasan, kehalusan budi, dan keindahan diri mereka saat mengenakan Kawai Kurung Lampung (pakaian adat Lampung).           Gerakan tari Cangget...

Continue reading



Potret Nyata Nilai-nilai Sejarah dan Pribadi Luhur dalam Jaranan

          Dentang gong pertama terdengar, penonton yang masih ramai perlahan terdiam. Iringan gong, kenong, slompret, dan kendang mulai rancak, namun panggung masih kosong. Jantungku berdegup kencang. Beberapa detik lagi aku harus masuk ke panggung. Kuhitung suara neng nong ning gong dan suara hook yaa dari penabuh gamelan agar aku tidak terlambat memasuki panggung. Tepat pada suara gong kelima kujejakkan kaki diatas panggung. Dari sudut pandang penonton tampaklah seorang laki-laki dengan kaos bergaris-garis hitam merah sedang meliku-liuk sendiri di atas panggung sambil menaiki Jaran Kepang. Jaran Kepang adalah kuda buatan yang disusun dari ayaman bambu dengan hiasan rumbai-rumbai dari tali rafia atau bulu kambing yang diibaratkan seperti rambut kuda.          Aku menaiki Jaran Kepang...

Continue reading



Tari Saman dan Filosofi Kebersamaan

           Siapa yang tidak kenal dengan tari Saman yang berasal dari Aceh? Pastinya yang terbayang di pikiran orang-orang saat menyebut nama atau istilah tari Saman adalah barisan yang memanjang, tepukan rapi tangan-tangan yang membentuk suatu seni dan lantunan suara sang syeh. Dibalik semua yang tersirat dalam gerakan tari Saman, ada filosofi yang mendalam serta memiliki hal unik lainnya yang belum banyak orang mengetahuinya. Mungkin setiap orang melihat tari Saman hanya sebatas tepukan dada dan gerakan tangan yang memukau penonton dan menetapkan pandangan satu arah. Tapi dibalik sebuah syair yang dilantunkan dan gerakan super cepat yang memukai, tari yang berasal dari Aceh dan kental hubungannya dengan agama Islam ini memiliki beberapa hal unik yang patut diacungi jempol....

Continue reading



Indahnya Tari Piring

          Untuk para pencinta seni dan budaya, saya akan menceritakan pengalaman di masa sekolah dulu. Yang mana ketika saya kelas 3 SD, sang guru memberitahukan sebuah pengumuman kepada kami. Beliau menyampaikan informasi bahwa semua siswi diwajibkan mengikuti latihan menari. Pasalnya akan ada lomba di Taman Mini Indonesia Indah, jadi harus belajar dahulu selama beberapa bulan ke depan. Dengan rasa malas terpaksa kami menyetujui jadwal tambahan setelah pelajaran terakhir.           Selain itu, kami disuruh membawa piring plastik dari rumah. Entah buat apa, akan tetapi kami tetap menuruti perintah. Keesokannya anak-anak ramai membahas alat makan mereka karena mereka tidak mengerti maksud serta tujuan disuruh membawa peralatan tersebut. Ada yang mengira untuk menyantap makanan hingga...

Continue reading