Tari Bondan Payung


          Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Terdiri dari ribuan pulau dengan suku dan budaya yang beraneka ragam. Maka, siapa yang tak kenal Indonesia dengan segala pesona eksotikanya di kesenian tradisional khas setiap suku bangsa yang tersebar di gugusan pulau-pulau. Di penjuru dunia, Indonesia terkenal akan kelestarian cagar budayanya. Tak berlebihan rasanya jika sebagai generasi penerus bangsa merasa bangga menjadi bagian dari bangsa dan negara Indonesia.

          Pulau Jawa dikenal sebagai cikal bakal kesenian tradisional di Indonesia, salah satunya kesenian tarian tradisional Jawa. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur memiliki kesenian tarian tradisional yang berbeda-beda namanya, namun sebagian memiliki kesamaan dari gerak tari maupun kostum.  Hal itu bisa dipahami karena Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih dalam satu rumpun kepulauan, yaitu Pulau Jawa. 

          Pada artikel kali ini, akan dibahas lebih detail tentang "Tari Bondan Payung" yang semasa kecil menjadi tarian idola saya. Menurut saya, tari Bondan Payung adalah tarian yang sangat eksotik, penuh makna, dan penuh dengan tantangan. tari Bondan Payung merupakan tarian tradisional yang berasal dari Surakarta provinsi Jawa Tengah.

          Kenapa tari Bondan Payung saya katakan eksotik dan penuh makna? Bahkan menurut saya, tari Bondan Payung juga memiliki filosofi yang tinggi dan positif. Tari Bondan Payung mempunyai keunikan tersendiri dari mulai kostum dan material inventaris yang digunakannya agar tarian tersebut menjadi lebih hidup dan terekam jelas makna filosofinya. Penari Bondan Payung dibawakan oleh wanita yang menggunakan pakaian adat Jawa yaitu kemben (sejenis pakaian atas yang hanya sampai dada) atau ada juga yang berkostum kebaya. Pakaian bagian bawah berupa jarit yang bermotif batik.

          Penari Bondan Payung dilengkapi dengan material inventaris berupa:

  1. Boneka berbentuk bayi - yang menggambarkan tentang sosok seorang ibu yang punya anak masih bayi.
  2. Selendang yang menggantung di leher - yang bermakna, bahwa seorang ibu harus selalu siaga dan waspada dalam mengasuh anaknya. Selendang itu pun berfungsi untuk menggendong dan memanjakan Si Anak. Di dalam tariannya pun ada gerakan menggendong boneka yang diibaratkan bayi tersebut.
  3. Payung - yang mempunyai makna filosofi "Memayungi" yaitu melindungi, mengasuh, merawat dan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang. Sementara fungsi payung secara nyata adalah memayungi diri dari panas terik dan hujan.
  4. Kendi - yang mempunyai filosofi "Pengorbanan" seorang ibu dalam rumah tangga. Meskipun berat bagaikan berdiri di atas kendi yang mudah pecah, namun tetap harus dilakukan demi keluarga yang dicintainya. Kendi sendiri di kehidupan nyata adalah tempat air minum yang terbuat dari tanah liat, yang bermakna juga bahwa Si Ibu selalu bisa jadi penyejuk dan penawar duka bagi keluarganya. Kasih sayang seorang ibu bagaikan air jernih dan sejuk yang mengalir tanpa batas akhir.

Tari Bondan Payung dari Surakarta Jawa Tengah (Foto Koleksi Pribadi)

Tari Bondan Payung dari Surakarta Jawa Tengah (Foto Koleksi Pribadi)

           Keunikan terjadi saat penari Bondan Payung harus bisa menari di atas kendi sembari menari berputar tanpa pecah kendinya. Di sinilah tantangan dari tarian Bondan Payung untuk penarinya. Namun seiring perkembangan zaman, gerakan menari di atas kendi sudah jarang dipertunjukkan lagi. Kendinya hanya dibawa biasa saja sebagai pelengkap.

          Kesenian tarian tradisional di Indonesia adalah kekayaan cagar budaya bangsa warisan leluhur yang harus dilestarikan. Tugas kita sebagai generasi muda penerus bangsa untuk melestarikannya, menjaga agar tidak punah dan tetap menjadi ciri khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya luhur dengan adat istiadat ketimuran.

          Penilaian naskah sepenuhnya hak mutlak juri lomba. Namun menurut saya, artikel yang saya tulis layak menjadi pemenangnya sehingga berhak atas bingkisan dari Faber Castell dan kaos keren dari Mata Indonesia, termasuk hadiah lainnya yang mungkin ada. Kenapa demikian? Karena apa yang saya tulis adalah apa yang pernah saya alami. Saya pernah menjadi Penari Tradisional Jawa dan Bali, pernah menjadi penari tetap di Stasiun TVRI Surabaya. Saya juga diajari tentang jenis-jenis tarian Jawa beserta maknanya oleh guru tari saya.

 

Karya tulis dari Khanis Selasih (Jurnal Sastra Aksara)

Tema Kebudayaan Tari Indonesia

Dukung artikel ini dengan memberikan komentar terbaik yang di akhiri dengan hashtag #taribondanpayung #lombamataindonesia2017

Contoh : "Artikelnya sangat menarik dan semoga sukses! #taribondanpayung #lombamataindonesia2017"

Satu komentar terbaik, akan mendapatkan kaus keren Mata Indonesia. Selamat membaca!

Editor : Tim Mata Indonesia


25 comments


  • Ekadina

    Baru tahu yg sejarah dan tarian bondan payung, sebenernya pengen banget bisa belajar tari tradisional. Mungkin langkah awalnya baca2 sejarahnya dulu kali ya… biar tahu maksud dari tari tradisional itu, termasuk tari bodanpayung. Sangat informatif, sukses untuk artikelnya… semangat berkarya #taribondanpayung #lombamataindonesia2017


  • C. I. Wungkul

    Memeberikan informasi baru untuk kita yang awam akan seni tari Indonesia. Semoga sukses dan terus membumikan seni tari Indonesia.
    #taribondanpayung #lombamataindonesia2017


  • Anhar Aang

    Bisa menambah wawasan tentang ragam budaya tari yang ada di Indonesia, terutama bagi yg baru mempelajari, semoga sukses #taribondanpayung#lombamataindonesia2017"


  • Fauzi Baim

    Wow baru tau aku, makasih ya udah berbagi pengetahuan.


  • Fauzi Baim

    Wow baru tau aku, makasih ya udah berbagi pengetahuan.


Leave a comment