Sorengan, Tari Perang dari Tanah Jawa


          Sorengan, orang-orang di desaku menyebut tarian ini. Tarian dengan penuh kenangan dalam hidupku, tari Soreng. Sebuah tari asli Jawa yang sangat populer di daerahku, khususnya jaman dulu. Tari ini kami tanggap (bahasa Jawa : undang) ketika diadakan acara besar seperti supitan (khitanan), ngantenan (pernikahan), hari kemerdekaan, dan masih banyak lagi. Tari ini diadopsi dari kisah Aryo Penangsang dan para prajuritnya yang sedang berperang untuk merebut tahta Kerajaan Demak dan hendak memindahkannya ke Istana Pajang.

          Tari Soreng dimainkan oleh sepuluh sampai dua belas orang yang terbagi menjadi dua kubu. Kedua kubu tersebut melambangkan peperangan yang sedang terjadi di antara mereka. Biasanya kedua kubu tersebut memakai baju yang berbeda menandakan kedua kubu tersebut saling bermusuhan. Mereka memakai baju bermotif bunga dengan ikat kepala serta jarit yang dilipat dan dilingkarkan ke pinggang mereka. Salah satu penari dari dua kubu tersebut memakai baju dengan warna yang berbeda sebagai penanda bahwa mereka adalah pemimpin dari para perajuritnya. Dalam beberapa gerakan tari, para pemimpin pasukan menunggangi seekor kuda dari rotan.

          Tari Soreng masuk ke dalam tarian dengan gerakan energik. Gerakannya yang bervariasi dengan para penari yang menarikannya dengan luwes dan sangat menghayati, membuat para penonton pantang berhenti menatap sebelum mereka selesai menari.

          Tari ini sangat populer pada saat aku SD dulu. Namun, tari itu tetap masih eksis walaupun sudah banyak tari-tari dari luar yang mulai masuk ke daerah kami, contohnya Leak. Masih banyak penduduk yang menanggap (bahasa Jawa : mengundang) tari Soreng untuk memeriahkan acara mereka. Para penonton berdesak-desakan agar dapat menonton Sorengan pada barisan terdepan. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak kecil . Mereka sangat antusias menontonnya sampai-sampai mereka memperagakannya di rumah ataupun di sekolah bersama teman-temannya. Hal itu juga terjadi waktu aku SD dulu. Mereka memperagakannya dengan luwes di depan kelas saat istirahat. Kami sebagai kaum hawa hanya menonton mereka menari sebagai hiburan tersendiri bagi kami yang kini menjadi sebuah kisah yang kami tulis dalam sebuah memori yang biasa kami sebut sebagai kenangan.

Penari Sorengan

Para penari Sorengan

           Yang kami tunggu-tunggu pada acara itu adalah saat mereka mulai kerasukan. Mereka menari tanpa sadar sehingga membuat para penonton terkagum-kagum melihatnya. Sebagian dari para penonton takut karena para penari yang kesurupan lari ke arah mereka, bahkan sampai ada anak yang menangis dibuatnya. Kami menikmati tarian tersebut hingga tengah malam. Kami tak mau melewatkan kesempatan ini walau tarian ini sudah berkali-kali kami tonton. Kami tak pernah bosan menontonnya.

           Waktu SD dulu, kami pernah mengikuti lomba pramuka tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Pertama kali kami mengikuti lomba Pramuka adalah tingkat Kabupaten. Kami dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok putra dan putri. Kelompok putra menampilkan tari Soreng. Mereka cukup memikat para penonton. Para kontestan dan sebagian panitia ikut menontonnya. Akhirnya kelompok putra memenangkan perlombaan. Walaupun mendapat juara tiga dan walaupun kelompok putri tidak membawa piagam keberhasilan kami sangat senang. Setidaknya banyak pengalaman yang kami dapatkan. Banyak yang mengatakan mereka medapat juara karena tariannya yang mendapatkan poin banyak. Tapi kami tak peduli, yang pasti kami pulang membawa piala serta membanggakan para guru yang sangat kami takdzimi (hormati) itu.

          Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mempunyai beragam budaya, suku, ras, agama dam masih banyak lagi. Oleh karena itu muncul sebuah istilah legendaris yaitu Bhineka Tunggal Ika. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Sebagai anak bangsa yang bangga terhadap bangsa Indonesia tentulah harus menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki bangsa. Bukan hanya duduk diam lalu marah ketika ada negara lain yang hendak mencuri budaya yang kita miliki. Awal dari sebuah perjuangan adalah belajar. Bagaimana kita bisa membela atau melestarikan sesuatu jika kita sendiri tidak tahu seluk beluknya. Jika kita cinta terhadap tanah air, butuh perjuangan untuk memerdekakannya bahkan dengan kucuran darah dan nyawa sekalipun. Lantas, kita hanya diam saja saat sesuatu yang kita miliki ini terbengkalai. Lalu kita hanya akan marah disaat ada orang lain merebut sesuatu yang kita miliki padahal kita mulai membiarkannya bahkan hampir melupakannya. Pastinya tidak. Harta itu harus kita jaga, kita rawat serta kita ajarkan kepada anak cucu kita. Ya, itulah jalan keluarnya. Anak cucu kita harus mencintai budayanya sendiri, membuatnya seperti bintang yang paling bersinar dari bintang-bintang yang lain.

          Tulisan ini adalah tulisan amatir. Bagaimana tidak, baru kali pertama ini aku menuliskan sesuatu bukan di buku harianku ataupun buku catatan pelajaranku. Tentulah banyak sekali kata-kata yang kurang luwes di dalamnya. Namun, banyak hal yang aku bisa ambil dari tulisan ini. Tentang betapa berharganya setiap budaya yang ada di Indonesia. Semoga ini adalah awal saya menjadi seorang penulis. Terdengar lucu memang. Semoga dalam kesempatan emas ini, Tuhan memberikan kemenangan kepadaku atas perlombaan ini. Saya tidak akan kecewa jika saya kalah karena ini baru awal perjuangan saya. Mengikuti perlombaan inipun saya sudah sangat bersyukur.

 

Karya tulis dari Ayu Tri Octavia (IAIN Salatiga)

Tema Kebudayaan Tari Indonesia

Dukung artikel ini dengan memberikan komentar terbaik yang di akhiri dengan hashtag #tarisorengan #lombamataindonesia2017

Contoh : "Artikelnya sangat menarik dan semoga sukses! #tarisorengan #lombamataindonesia2017"

Satu komentar terbaik, akan mendapatkan kaus keren Mata Indonesia. Selamat membaca!

Editor : Tim Mata Indonesia


120 comments


  • naila atina fauziah

    aku suka sekali sama karya tulisnya karena aku suka banget sama tari sorengan
    #tarisorengan
    #lombamataindonesia2017


  • abu coiry

    karya tulisnya bagus banget…
    bisa mengingatkan kembali kepada orang orang jawa tentang tari sorengan supaya tidak lupa dan punah…
    dan karya tulis ini bisa memperkenalkan tari sorengan dari jawa ke seluruh indonesia bahkan dunia
    #tarisorengan
    #lombamataindonesia2017


  • abu coiry

    karya tulisnya bagus banget…
    bisa mengingatkan kembali kepada orang orang jawa tentang tari sorengan supaya tidak lupa dan punah…
    dan karya tulis ini bisa memperkenalkan tari sorengan dari jawa ke seluruh indonesia bahkan dunia
    #tarisorengan
    #lombamataindonesia2017


  • abu coiry

    karya tulisnya bagus banget…
    bisa mengingatkan kembali kepada orang orang jawa tentang tari sorengan supaya tidak lupa dan punah…
    dan karya tulis ini bisa memperkenalkan tari sorengan dari jawa ke seluruh indonesia bahkan dunia
    #tarisorengan
    #lombamataindonesia2017


  • abu coiry

    karya tulisnya bagus banget…
    bisa mengingatkan kembali kepada orang orang jawa tentang tari sorengan supaya tidak lupa dan punah…
    dan karya tulis ini bisa memperkenalkan tari sorengan dari jawa ke seluruh indonesia bahkan dunia
    #tarisorengan
    #lombamataindonesia2017


Leave a comment