Indahnya Tari Piring


          Untuk para pencinta seni dan budaya, saya akan menceritakan pengalaman di masa sekolah dulu. Yang mana ketika saya kelas 3 SD, sang guru memberitahukan sebuah pengumuman kepada kami. Beliau menyampaikan informasi bahwa semua siswi diwajibkan mengikuti latihan menari. Pasalnya akan ada lomba di Taman Mini Indonesia Indah, jadi harus belajar dahulu selama beberapa bulan ke depan. Dengan rasa malas terpaksa kami menyetujui jadwal tambahan setelah pelajaran terakhir.

          Selain itu, kami disuruh membawa piring plastik dari rumah. Entah buat apa, akan tetapi kami tetap menuruti perintah. Keesokannya anak-anak ramai membahas alat makan mereka karena mereka tidak mengerti maksud serta tujuan disuruh membawa peralatan tersebut. Ada yang mengira untuk menyantap makanan hingga dijadikan mainan oleh mereka. Namun rasa penasaran pun sirna. Jam yang ditunggu-tunggu sudah di depan mata. Lalu kami keluar kelas dengan antusias. Si pelatih tersenyum melihat tingkah laku kami.

          Sayang, pertama kali aku melakukan latihan diikuti dengan setengah hati. Karena sejak aku duduk di bangku TK, aku tak pernah merasa percaya diri. Di lain pihak, aku memiliki sifat pemalu. Walhasil aku yang terlihat paling kaku, tampil seadanya, bahkan sering kali piringnya terjatuh ke lantai. Tapi lambat laun, gerakan itu menjadi gemulai dan lincah. Awalnya aku tidak tahu menahu tentang tarian apa yang sudah dihafalkan. Seiring berjalannya waktu, aku mengetahui juga. Ternyata tarian tersebut bernama tari Piriang atau Piring. Rasa suka pun mulai menghinggapi hati ini.

          Sejak saat itu, aku suka merasa jenuh berlama-lama di dalam kelas. Tapi rasa penat sehabis belajar pun hilang. Berlenggak-lenggok  bersama teman-teman telah membuat perasaan kembali senang. Tari Piring adalah salah satu kesenian budaya dari Minangkabau provinsi Sumatera Barat yang telah membuatku jatuh cinta. Sebanyak sembilan anak perempuan dengan rajin berlatih menirukan tarian tersebut. Kami meletakkan dua buah piring plastik di atas dua telapak tangan. Kemudian diayun perlahan sesuai arahan dari koreografer.

          Kami letakkan dua piring di atas tangan, lalu meliuk-liukkan piring ke kanan dan ke kiri sesuai alunan musik. Dalam gerakan dinamis serta cepat, piring pun tidak boleh lepas dari genggaman. Uniknya lagi kata sang pelatih, tari Piring mengandung makna dalam gerakan. Yakni seperti gerakan para petani bercocok tanam, mencabut benih, mencangkul, menyiangi, menyabit padi, serta menunjukkan rasa syukur saat menuai hasil panen. Ada pula gerakan permintaan maaf kepada penonton yang menyaksikan tari.

          Dan ketika bergerak cepat yaitu saat mengayun, kami beratraksi melempar piring plastik. Kami melontarkannya ke udara dengan segenap konsentrasi supaya tidak meleset. Kerja keras pun harus dilakukan agar dapat menunjukkan kembali kebolehan mempermainkan piring di tangan. Itulah bagian yang melambangkan kegembiraan tatkala musim panen tiba. Tak cuma itu, para penari diharapkan selalu memasang mimik muka yang tepat saat menarikannya. Senyum lebar nan cantik adalah ekspresi yang cocok, kata sang koreografer.

          Suasana semakin semarak saat alat musik Talempong dan Saluang terdengar dari rekaman suara berupa kaset, dengan tempo cepat serta syahdu telah mengiringi rentak tarian. Tergambarlah rasa kebersamaan, kegembiraan, dan semangat. Tiga variasi gerakan menjadikan tarian semakin sempurna, yaitu tupai bergelut, bergelombang, dan akal melilit. Kurang lebih lima belas menit, koreografi dari tarian tersebut berhasil membuat kita tersenyum puas akan kekompakan kami semua.

“Elok elok lah manjek kamuniang,
jan sampai rantiang nyo patah
elok elok lah manari piriang,
jan sampai piriangnyo pacah”
Begitulah bunyi salah satu syair yang terdengar dari mini compo, tatkala mengiringi tarian khas Sumatera Barat tersebut.
         Namun, jika penari adalah orang dewasa maka mereka akan beraksi dan menari sambil berdiri di atas serpihan kaca. Tetapi berhubung kami masih anak-anak, jadi hanya mengandalkan pecahan piring plastik yang dipastikan aman saat diinjak. Tak lupa juga memakai  kaus kaki demi menjaga keselamatan. Tidak disangka, decak kagum pun datang dari para guru. Mereka bertepuk tangan karena kami berlatih dengan serius. Semua anak perempuan merasa senang. Kami jadi tidak sabar untuk mengikuti kompetensi nanti.

          Pada akhirnya saya benar-benar jatuh hati hingga ingin tahu lebih banyak. Lalu aku pun menanyakan informasi tentang Tari Piring khas Minangkabau. Dengan ramah sang koreografer pun menjelaskan bahwa tarian ini mengandung pesan-pesan positif, yaitu seperti kegembiraan, kebersamaan, gotong – royong, kesejahteraan serta kemakmuran. Gerakan tari Piriang pun melambangkan kerja sama ketika warganya berada di sawah. Ternyata tarian ini sangat indah. Itulah mengapa kita harus mencintai kesenian dari Sumatera Barat  tersebut.

          Dua bulan telah berlalu. Selama empat puluh delapan kali kami berlatih menghafal gerakan tari Piring. Konsentrasi penuh selalu disarankan dari sang pelatih. Kalau tidak fokus maka piring akan terhempas dari tangan. Hari yang dinanti tiba, pakaian berwarna cerah membuat mata terpana kala itu. Bajunya yang bernuansa merah dan kuning keemasan semakin menakjubkan serta mempesona. Anak-anak bergantian memakai kostum, karena kostum tersebut harus dipakai dengan bantuan orang dewasa.

          Pada akhirnya aku mengenakan baju kurung yang terbuat dari kain beludru dan satin. Tak lupa menyematkan kain songket pada bagian kiri, penutup kepala khas wanita Minangkabau berbentuk menyerupai tanduk kerbau juga tidak tertinggal. Di bagian telinga terpasang anting-anting cantik, kalung gadang serta kalung rambai pun memperindah leherku. Pasti menakjubkan untuk para penonton yang menyaksikannya nanti. Sesudah berdandan, kemudian kami semua berdoa bersama.

           Satu jam kemudian, kelompok kami dipanggil dan naik ke atas panggung. Rasa gugup memenuhi benak pikiranku, tangan pun terasa dingin. Tapi saat musik terpasang, gerakan itu terlampiaskan begitu mudahnya. Semua menari dengan lincah, tak ada satu pun kesalahan. Dan seusai menampilkan tarian, anak-anak kembali mendatangi para guru. Kita bercerita keluh kesah ketika menari di hadapan para juri. Jantung terasa berdetak kencang, merasa khawatir tentang penilaian.

          Pada akhirnya, rasa gelisah itu sirna sudah. Penantian pengumuman lomba telah di depan mata. Kami semua segera mendekat ke dekat panggung. Dan tidak disangka-sangka, sang pembawa acara menyebut nomor kelompok kami. Ternyata usaha serta kerja keras kami tidak sia-sia begitu saja, kami membawa nama baik sekolah. Dimana kami berhasil mendapat juara harapan satu. Senang sekali rasanya diberi hadiah berupa piala. Sebanyak sembilan anak saling berpelukan dan loncat kegirangan karena bangga telah menarikan tarian Indonesia.

          Saya layak mendapat hadiah spesial dari Faber Castell dan kaus keren Mata Indonesia, karena saya sangat bangga pada seni dan budaya negara kita. Dari pengalaman itu, saya terus mencintai Indonesia. Kecintaan tersebut membuat hati semakin bergelora menguasai  beberapa tarian yang pada akhirnya menjadi anggota Sanggar Tari. Saya pun mengajak saudara untuk mengikuti kegiatan di sore hari, yaitu berlatih menari Jaipong, Tari Pendet.

 

Karya tulis dari Bella Aulia Lesmana (Ibu Rumah Tangga)

Tema Kebudayaan Tari Indonesia

Dukung artikel ini dengan memberikan komentar terbaik yang di akhiri dengan hashtag #taripiring #lombamataindonesia2017

Contoh : "Artikelnya sangat menarik dan semoga sukses! #taripiring #lombamataindonesia2017"

Satu komentar terbaik, akan mendapatkan kaus keren Mata Indonesia. Selamat membaca!

Editor : Tim Mata Indonesia


6 comments


  • Mikayla Marx

    You are welcomed to sign up with the premium global Instagram influencer agency that connects brands with influencers proven to attract paying traffic, increased brand exposure and loyal clients.

    Would certainly you such as to join?

    Discover more link: https://oliva.ordershoutout.site/80753onipraC

    From my mobile devices so please forgive any type of dumb errors.

    Remember.
    recall //oliva.ordershoutout.site/lost/dnalob


  • dedeh

    bagus ceritanya, salut IRt juga suka nulis ^^


  • suprihatin

    Tidak disangka selama kurang lebih 8 bulan ini kenal yg biasanya dibicarakan cuma besok mau masak apa atau besok kepasar apa tidak?? Ternyata ibu rumah tangga ini punya bakat terpendam dengan menulis artikel yg sangat menarik dengan tema tari tradisional.. Jadi ingat dulu pernah ikut menari dan dipentaskan di acara bersih desa.. Ini bisa jadi motivasi utk semua generasi muda utk lebih mencintai keberagaman budaya Indonesia yg salah satunya adalah tari tradisional..


  • Dini

    Membaca cerpennya membuat saya memahami benar history dan arti dari tari piring yang sesungguhnya yang selama ini saya belum tau. Semoga selalu terus berkarya dengan tulisan-tulisannya yang keren dan menarik dibaca. #taripiring #lombamataindonesia2017


  • lisa

    Ceritanya bagus dan menarik, dan memotivasi kita untuk selalu mencintai seni tari dari indonesia. Semoga sukses !! #taripiring #lombamataindonesia2017


Leave a comment